Kalkulator Pembangunan Atap
Hitung kebutuhan kuda-kuda, reng/gording, penutup atap, sekrup, hingga estimasi biaya — sesuai model, kemiringan, dan jenis atap yang umum dipakai di Indonesia.
Overstek (tritisan) adalah bagian atap yang menjorok keluar melebihi dinding rumah, melindungi dinding dari air hujan & tampias. Rumah Anda punya tritisan depan/belakang yang beda lebar dari sisi kiri/kanan?
Pengaturan Lanjutan (opsional, untuk staf toko)
Asumsi & Catatan Teknis
Sudah termasuk cadangan waste 10%. Jarak kuda-kuda dan panjang batang stok mengikuti pengaturan di atas (default 1,2 m & 6 m). Ukuran lembar penutup atap mengikuti standar umum pasaran dan bisa berbeda tiap brand/pemesanan custom. Perhitungan kaso/reng memakai pendekatan rangka standar (kaki kuda-kuda + batang bawah + bracing), bukan gambar kerja struktur — hasil hanya perkiraan untuk estimasi belanja awal, bukan pengganti perhitungan RAB oleh aplikator/tukang. Silakan konfirmasi ke toko untuk perhitungan pasti sebelum belanja dalam jumlah besar.
Pertanyaan Seputar Baja Ringan & Atap
Berapa jarak kuda-kuda baja ringan yang ideal?
Jarak antar kuda-kuda baja ringan yang umum dipakai di Indonesia adalah 1,0–1,2 meter. Jarak yang lebih rapat (1,0 m) biasanya dipakai untuk atap dengan beban lebih berat seperti genteng tanah liat, sementara 1,2–1,4 meter cukup untuk penutup yang lebih ringan seperti genteng metal atau spandek.
Apa itu reng dan kapan atap membutuhkan reng?
Reng adalah rangka melintang tipis yang dipasang di atas kaso/kuda-kuda, tempat genteng dikaitkan langsung. Reng dibutuhkan untuk penutup atap berbentuk unit kecil seperti genteng metal dan genteng tanah liat. Untuk penutup berbentuk lembaran besar seperti atap UPVC atau seng spandek, reng biasanya diganti dengan gording yang jaraknya lebih renggang.
Berapa kemiringan atap yang ideal untuk tiap jenis penutup?
Semakin ringan dan licin permukaannya, semakin landai kemiringan yang boleh dipakai. Atap UPVC dan seng spandek bisa dipasang mulai 10–15 derajat. Genteng metal umumnya butuh sekitar 25–30 derajat. Genteng tanah liat butuh kemiringan paling curam, sekitar 30–40 derajat, supaya air hujan tidak merembes di sela-sela genteng.
Kenapa perlu cadangan waste 10% dalam perhitungan atap?
Cadangan waste 10% dipakai untuk mengantisipasi potongan material di sudut/tepi atap, kesalahan pemasangan, dan sisa dari proses pemotongan batang atau lembaran ke ukuran yang dibutuhkan di lapangan. Tanpa cadangan ini, hitungan sering meleset dan tukang harus bolak-balik beli tambahan.
Apa perbedaan atap Pelana, Perisai, dan Sengkuap?
Pelana (gable) punya dua bidang miring yang bertemu di satu garis nok lurus, dengan ujung berbentuk segitiga — paling umum dan paling hemat material. Perisai/limas (hip) punya empat bidang miring di semua sisi tanpa ujung segitiga, tampilan lebih rapi tapi butuh sedikit material ekstra untuk potongan jurai. Sengkuap (monopitch) hanya punya satu bidang miring, sering dipakai untuk carport, teras, atau bangunan tambahan karena paling sederhana dan hemat.
Genteng metal, tanah liat, UPVC, atau spandek — mana yang paling cocok?
Genteng metal ringan, cepat pasang, dan harga bersaing. Genteng tanah liat lebih tahan panas dan awet tapi lebih berat sehingga butuh rangka lebih rapat. Atap UPVC unggul untuk peredam panas & suara serta tahan korosi, cocok untuk carport atau area dekat pantai. Seng baja/spandek paling ekonomis dan cepat pasang untuk gudang atau bangunan sederhana. Datang langsung ke Megasarana Bangunan untuk lihat & bandingkan sampelnya.